1967
- 1998 : Korupsi merugikan negara : 15-35 Milliar USD
1965
*
Penculikan dan pembunuhan terhadap tujuh Jendral Angkatan Darat.
*
Penangkapan, penahanan dan pembantaian massa pendukung dan mereka
yang diduga sebagai pendukung Partai Komunis Indonesia . Aparat
keamanan terlibat aktif maupun pasif dalam kejadian ini.
1966
*
Penahanan dan pembunuhan tanpa pengadilan terhadap PKI terus
berlangsung, banyak yang tidak terurus secara layak di penjara, termasuk
mengalami siksaan dan intimidasi di penjara.
* Dr Soumokil,
mantan pemimpin Republik Maluku Selatan dieksekusi pada bulan Desember.
*
Sekolah- sekolah Cina di Indonesia ditutup pada bulan Desember.
1967
*
Koran-koran berbahasa Cina ditutup oleh pemerintah.
* April,
gereja- gereja diserang di Aceh, berbarengan dengan demonstrasi anti
Cina di Jakarta .
* Kerusuhan anti Kristen di Ujung Pandang.
1969
*
Tempat Pemanfaatan Pulau Buru dibuka, ribuan tahanan yang tidak
diadili dikirim ke sana .
* Operasi Trisula dilancarkan di Blitar
Selatan.
* Tidak menyeluruhnya proses referendum yang diadakan di
Irian Barat, sehingga hasil akhir jajak pendapat yang mengatakan
ingin bergabung dengan Indonesia belum mewakili suara seluruh rakyat
Papua.
* Dikembangkannya peraturan- peraturan yang membatasi dan
mengawasi aktivitas politik, partai politik dan organisasi
kemasyarakatan. Di sisi lain, Golkar disebut- sebut bukan termasuk
partai politik.
1970
* Pelarangan demo mahasiswa.
*
Peraturan bahwa Korpri harus loyal kepada Golkar.
* Sukarno
meninggal dalam ‘tahanan’ Orde Baru.
* Larangan penyebaran ajaran
Bung Karno.
1971
* Usaha peleburan partai- partai.
*
Intimidasi calon pemilih di Pemilu ’71 serta kampanye berat sebelah
dari Golkar.
* Pembangunan Taman Mini yang disertai penggusuran
tanah tanpa ganti rugi yang layak.
* Pemerkosaan Sum Kuning, penjual
jamu di Yogyakarta oleh pemuda- pemuda yang di duga masih ada
hubungan darah dengan Sultan Paku Alam, dimana yang kemudian diadili
adalah Sum Kuning sendiri. Akhirnya Sum Kuning dibebaskan.
1972
*
Kasus sengketa tanah di Gunung Balak dan Lampung.
1973
*
Kerusuhan anti Cina meletus di Bandung .
1974
*
Penahanan sejumlah mahasiswa dan masyarakat akibat demo anti Jepang
yang meluas di Jakarta yang disertai oleh pembakaran- pembakaran pada
peristiwa Malari. Sebelas pendemo terbunuh.
* Pembredelan beberapa
koran dan majalah, antara lain ‘Indonesia Raya’ pimpinan Muchtar Lubis.
1975
*
Invansi tentara Indonesia ke Timor- Timur.
* Kasus Balibo,
terbunuhnya lima wartawan asing secara misterius.
1977
*
Tuduhan subversi terhadap Suwito.
* Kasus tanah Siria- ria.
*
Kasus Wasdri, seorang pengangkat barang di pasar, membawakan barang
milik seorang hakim perempuan. Namun ia ditahan polisi karena meminta
tambahan atas bayaran yang kurang dari si hakim.
* Kasus subversi
komando Jihad.
1978
* Pelarangan penggunaan
karakter-karakter huruf Cina di setiap barang/ media cetak di
Indonesia.
* Pembungkaman gerakan mahasiswa yang menuntut koreksi
atas berjalannya pemerintahan, beberapa mahasiswa ditahan, antara
lain Heri Ahmadi.
* Pembredelan tujuh suratkabar, antara lain
Kompas, yang memberitakan peritiwa di atas.
1980
*
Kerusuhan anti Cina di Solo selama tiga hari. Kekerasan menyebar ke
Semarang , Pekalongan dan Kudus.
* Penekanan terhadap para
penandatangan Petisi 50. Bisnis dan kehidupan mereka dipersulit,
dilarang ke luar negeri.
1981
* Kasus Woyla, pembajakan
pesawat garuda Indonesia oleh muslim radikal di Bangkok. Tujuh orang
terbunuh dalam peristiwa ini.
1982
* Kasus Tanah Rawa
Bilal.
* Kasus Tanah Borobudur . Pengembangan obyek wisata Borobudur
di Jawa Tengah memerlukan pembebasan tanah di sekitarnya. Namun
penduduk tidak mendapat ganti rugi yang memadai.
* Majalah Tempo
dibredel selama dua bulan karena memberitakan insiden terbunuhnya
tujuh orang pada peristiwa kampanye pemilu di Jakarta . Kampanye massa
Golkar diserang oleh massa PPP, dimana militer turun tangan sehingga
jatuh korban jiwa tadi.
1983
* Orang- orang sipil
bertato yang diduga penjahat kambuhan ditemukan tertembak secara
misterius di muka umum.
* Pelanggaran gencatan senjata di Tim- tim
oleh ABRI.
1984
* Berlanjutnya Pembunuhan Misterius di
Indonesia.
* Peristiwa pembantaian di Tanjung Priuk terjadi.
*
Tuduhan subversi terhadap Dharsono.
* Pengeboman beberapa gereja di
Jawa Timur
1985
* Pengadilan terhadap aktivis-aktivis
islam terjadi di berbagai tempat di pulau Jawa.
1986
*
Pembunuhan terhadap peragawati Dietje di Kalibata. Pembunuhan diduga
dilakukan oleh mereka yang memiliki akses senjata api dan berbau
konspirasi kalangan elit.
* Pengusiran, perampasan dan pemusnahan
Becak dari Jakarta.
* Kasus subversi terhadap Sanusi.
* Ekskusi
beberapa tahanan G30S/ PKI.
1989
* Kasus tanah Kedung
Ombo.
* Kasus tanah Cimacan, pembuatan lapangan golf.
* Kasus
tanah Kemayoran.
* Kasus tanah Lampung, 100 orang tewas oleh ABRI.
Peritiwa ini dikenal dengan dengan peristiwa Talang sari.
*
Bentrokan antara aktivis islam dan aparat di Bima.
* Badan Sensor
Nasional dibentuk terhadap publikasi dan penerbitan buku. Anggotanya
terdiri beberapa dari unsur intelijen dan ABRI.
1991
*
Pembantaian di pemakaman Santa Cruz, Dili terjadi oleh ABRI terhadap
pemuda-pemuda Timor yang mengikuti prosesi pemakaman rekannya. 200
orang meninggal.
1992
* Keluar Keppres tentang Monopoli
perdagangan cengkeh oleh perusahaan-nya Tommy Suharto.
* Penangkapan
Xanana Gusmao.
1993
* Pembunuhan terhadap seorang aktifis
buruh perempuan, Marsinah. Tanggal 8 Mei 1993
1994
*
Tempo, Editor dan Detik dibredel, diduga sehubungan dengan pemberita-an
kapal perang bekas oleh Habibie.
1995
* Kasus Tanah Koja.
*
Kerusuhan di Flores.
1996
* Kerusuhan anti Kristen
diTasikmalaya. Peristiwa ini dikenal dengan Kerusuhan Tasikmalaya.
Peristiwa ini terjadi pada 26 Desember 19962. Kasus tanah Balongan.
*
Sengketa antara penduduk setempat dengan pabrik kertas Muara Enim
mengenai pencemaran lingkungan.
- Sengketa tanah Manis Mata.
*
Kasus waduk Nipah di madura, dimana korban jatuh karena ditembak aparat
ketika mereka memprotes penggusuran tanah mereka.
* Kasus penahanan
dengan tuduhan subversi terhadap Sri Bintang Pamung-kas berkaitan
dengan demo di Dresden terhadap pak Harto yang berkun-jung di sana.
*
Kerusuhan Situbondo, puluhan Gereja dibakar.
* Penyerangan dan
pembunuhan terhadap pendukung PDI pro Megawati pada tanggal 27 Juli.
*
Kerusuhan Sambas–Sangualedo. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 30
Desember 1996.
1997
* Kasus tanah Kemayoran.
* Kasus
pembantaian mereka yang diduga pelaku Dukun Santet di Jawa Timur.
1998
*
Kerusuhan Mei di beberapa kota meletus, aparat keamanan bersikap
pasif dan membiarkan. Ribuan jiwa meninggal, puluhan perempuan diperkosa
dan harta benda hilang. Tanggal 13 – 15 Mei 1998.
* Pembunuhan
terhadap beberapa mahasiswa Trisakti di jakarta , dua hari sebelum
kerusuhan Mei.3. Pembunuhan terhadap beberapa mahasiswa dalam
demonstrasi menentang Sidang Istimewa 1998. Peristiwa ini terjadi pada
13 – 14 November 1998 dan dikenal sebagai tragedi Semanggi I.
1999
*
Pembantaian terhadap Tengku Bantaqiyah dan muridnya di Aceh. Peritiwa
ini terjadi 24 Juli 1999. Pembumi hangusan kota Dili, Timor Timur
oleh Militer indonesia dan Milisi pro integrasi. Peristiwa ini
terjadi pada 24 Agustus 1999.
* Pembunuhan terhadap seorang
mahasiswa dan beberapa warga sipil dalam demonstrasi penolakan
Rancangan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (RUU PKB).
Peristiwa Ini terjadi pada 23 – 24 November 1999 dan dikenal sebagai
peristiwa Semanggi II.
Colek Admin FACEBOOK & TWITTER
Sumber :
http://surabayacybercity.blogspot.com/2010/10/daftar-sejarah-hitam-indonesia-dari.html